COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Sejarah pendidikan di Indonesia sebelum kedatangan bangsa-bangsa barat
History of education in Indonesia before the arrival of western nations.
Pentadbiran Dalam Pembangunan Pendidikan
Sumbangan bahasa Arab terhadap perkembangan pendidikan Islam di Kedah
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
Dinamika sistem pendidikan pesantren
Educational system in pesantren, Islamic religious center related to national educational system in Indonesia.
Sistem pendidikan dan pembelajaran Bahasa Arab di sekolah berasrama penuh
Hajjah Rahmah el Yunusiyyah dan Zainuddin Labay el Yunusy, dua bersaudara tokoh pembaharu sistem pendidikan di Indonesia
Biography of Rahmah el Yunusiyyah, 1900-1969 and Zainuddin Labay el Yunusy, 1890-1924, Islamic modern educators from Padangpanjang, Sumatera Barat Province.
Pengaruh bahasa Arab dalam bahasa Melayu dalam bidang pendidikan dan akhlak
Sedjarah pendidikan Islam di Indonesia
Majalah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Bahasa dan sastra dalam gamitan pendidikan
PROSIDING SEMINAR PENDIDIKAN BAHASA ARAB SELANGOR
هذا الكتاب عبارة عن مجموعة الأوراق البحثية اليت ألقيت في المؤتمر الذي يقوم عليه مركز اللغة العربية بولاية سلانجور لأجل مناقشة تدريس اللغة العربية للناطقين بغيرها. وقد حوت الأوراق وصفاً لطرق التدريس المستخدمة وما يعتورها من قصور، واقتراحات الحلول. ومن ضمن محاور هذا المؤتمر أوراق تبحث في كيفيات تدريس المهارات اللغوية الأربع، والتطور الذي حدث في هذا الأمر، وكذلك التجارب الثرة في مجال تدريس اللغة العربية من ذوي الخبرة الذين صرفوا سني عمرهم في مجال تدريس اللغة العربية للناطقين بغيرها
Pendidikan bahasa Arab di Malaysia
STRATEGI GURU PAI DALAM MEBINA KARAKTER PESERTA DIDIK SMK AL FALAH SALATIGA
Penelitian ini membahas strategi guru PAI dalam membina karakter. Fokus penelitian 1. Bagaimana strategi guru PAI dalam pembinaan karakter di SMK Al Falah Salatiga 2. Faktor-faktor apa yang menghambat pembinaan karakter siswa di SMK Al Falah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Data-data dianalisis dengan cara mendiskripsikan data dari informan,mereduksi data sesuai kebutuhan penelitian kemudian dianalisis oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam pembinaan karakter adalah (1) materi PAI tidak hanya diajarkan dikelas tetapi diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari. (2) Melalui pembiasaan seperti berdoa sebelum dan sesudah belajar, pembacaan asmaul husna, tadarus Al qur’an, sholat dhuha, sholat dhuhur berjamaah (3) Melalui keteladanan guru, seperti rapi, sopan, disiplin dll (4) Menciptakan suasana religius seperti mengadakan peringatan hari besar Islam dan pesantren Ramadhan (5) home visit bagi siswa yang bermasalah
STRATEGI DAN INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Dalam buku yang sederhana ini, penulis mencoba mengamati dan merefleksikan pengalaman penulis selama menjadi guru. Kelebihan dan kekurangan guru adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dari sisi kelebihannya untuk terus ditingkatkan sehingga terwujud guru professional dan inovatif yang menjunjung tinggi integritas moral, spiritual, intelektual, emosional dan sosial sedangkan dari sisi kelemahan yang ada harus segera diperbaharui sehingga menjadi suri teladan bagi peserta didik.
Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Pada Sekolah Unggulan : Studi Multi Situs Di MI Darul Muta'Alimin Frateran 1 Kota Kediri
Penelitian ini menemukan, sumber daya yang dimiliki di antara tiga sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, memang memiliki unsur yang sama, namun kondisinya berbeda. Pertama, sumber daya yang dimiliki: Input siswa, sarana-prasarana, iklim belajar, kompetensi guru, kurikulum, waktu dan faktor pendukungnya; Kedua, strategi pengorganisasian pembelajaran: berupa persiapan bahan ajar dan format penilaiannya; Ketiga, strategi penyampaian materi pembelajaran meliputi: penggunaan metode, media dan teknik dalam pembelajaran. Keempat, strategi pengelolaan pembelajaran meliputi: penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa/Evaluasi, pengelolaan motivasional dan kontrol belajar. Pada keempat hal tersebut, antara sekolah yang berada di pedesaan, ditumbuhkan oleh pesantren tradisional, dengan segala ciri khasnya; dan sekolah yang berada di perkotaan, dikelola oleh Muhammadiyah secara modern dengan fasiltas yang memadai; dan sekolah yang berada di poros kota, didirikan oleh misionaris dari Belanda dengan segala kelebihannya, maka strategi yang dilaksanakan terdapat perbedaan. Perbedaan latar belakang dan kondisi justru sangat bagus untuk dimunculkan sebagai sumbangan referensi bagi kemajuan dunia pendidikan. Sekolah unggulan tidak hanya bisa dimunculkan di kota besar atau kalangan elit saja, tetapi di mana saja dan oleh siapa saja. Asalkan seluruh tenaga pendidikan memiliki kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan strategi peningkatan mutu pembelajaran dengan semaksimal mungkin
Konsep dan Strategi Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0
Perkembangan teknologi informasi yang kian pesat kini telah menjadi bagian penting dalam pendidikan dan pembelajaran. Sehubungan dengan itu, guru sebagai garda terdepan dunia pendidikan harus melek teknologi, mengikuti perkembangan terbaru, serta mampu memanfaatkannya dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini penting dilakukan mengingat pembelajaran sekarang sudah tak dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya, pembelajaran dapat dilakukan di mana pun, kapan pun, bahkan tidak mengenal jarak. Pembelajaran di era revolusi industri 4.0 menuntut kreativitas para pendidik. Perkembangan teknologi informasi yang tidak mungkin dibendung selayaknya dapat diaplikasikan dalam pembelajaran. Untuk mewujudkan hal itu, guru harus membekali diri sebaik mungkin. Buku ini pun disusun guna membantu guru beradaptasi terhadap era kekinian. Buku ini mengulas segala hal yang dapat dijadikan bekal bagi guru dalam menjalankan perannya sebagai pendidik di era revolusi industri 4.0. Dengan materi pembahasan yang lengkap, runtut, dan menyeluruh, buku ini sangat tepat dibaca oleh Anda yang berkecimpung di dunia pendidikan. Selamat membaca! Selling Points - Inovasi dan Invensi Metode Pembelajaran - Wadah Kreativitas Guru Era 4.0 - Tren dan Aplikasi Pembelajaran 4.0 - Pembelajaran Era Revolusi Industri 4.0 melalui STEAM Education - Konten Dalam Jaringan untuk Penilaian Pembelajaran, dll.
MEMBACA, YUUUK.....! “Strategi Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak Sejak Usia Dini”
Membaca merupakan kegiatan yang mudah dilakukan sekaligus menyenangkan. Dengan membaca kita dapat melanglang buana menikmati berbagai hal yang menarik, berbagai hal yang imajinatif. Dengan membaca, dunia akan terbuka lebar. Segala informasi dapat kita serap melalui kegiatan membaca. Orang bijak mengatakan, “buku adalah jendela dunia”. Tapi sangat disayangkan, tidak banyak orang yang dapat menikmati kegiatan tersebut. Kita mungkin sudah membaca, tetapi setiap kali selesai membaca, kita tidak mendapatkan atau merasakan manfaat dari kegiatan membaca. Atau, mungkin kegiatan tersebut justru menyiksa kita, sehingga kita tidak dapat merasakan manfaat membaca secara langsung. Alhasil, hanya sedikit orang yang menjadikan kegiatan membaca buku sebagai hobbinya. Oleh karena itu, kita perlu mencari faktor penyebab “kegagalan” memperoleh manfaat dari kegiatan membaca, lalu mencari solusi, sehingga kegiatan membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan dan pada akhirnya, membaca menjadi kegemaran masyarakat kita. Tentunya dengan harapan, masyarakat menjadi lebih cerdas, lebih maju dan lebih kritis yang dilandasi pada pemikiran yang arif dan bijaksana. Sehingga pada gilirannya akan mampu membangun bangsa yang berperadaban yang mampu bersaing secara global dengan masyarakat internasional. Dalam buku ini akan dipaparkan pentingnya membaca dan upaya-upaya yang mesti dilakukan untuk membangun budaya gemar membaca di kalangan masyarakat Indonesia, sejak usia dini.
STRATEGI PEMBELAJARAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Guru di era revolusi industri 4.0 perannya tak akan tergantikan oleh teknologi. Peran guru mengubah cara mengajar agar lebih menyenangkan dan menarik. Demikian juga peran Guru berubah dari sebagai penyampai pengetahuan kepada peserta didik, mejadi fasilitator, motivator, inspirator, mentor, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta teamwork, dan empati sosial karena jika tidak maka peran guru dapat digantikan oleh teknologi. Guru dituntut memiliki kompetensi tinggi untuk menghasilkan peserta didik yang mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. Qusthalani menyebutkan lima kompetensi yang harus dimiliki oleh guru pada era Revolusi 4.0. ini yaitu: 1) Educational competence, kompetensi mendidik /pembelajaran berbasis internet of thing sebagai basic skill. 2) Competence for technological commercialization, punya kompetensi untuk mendidik siswa memiliki sikap kewirausahaan (entrepreneurship) berbasis teknologi dan hasil karya inovasi siswa. 3) Competence in globalization, dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid dan keunggulan memecahkan masalah (problem Solver competence). 4) Competence in future strategies, dunia mudah berubah dan berjalan cepat sehingga punya kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan berikut strateginya. 5) Counselor competence.