Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.121 item publik

Publikasi

Halaman 65 dari 107

Sejarah Pendidikan Islam

Muhamad Tisna Nugraha
2020 · Book · Open Access

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, syajaratun (dibaca syajarah), diartikan sebagai pohon kayu. Kata ini menunjukkan sifat, bentuk kejadian,perkembangan atau pertumbuhan tentang ihwal peristiwa yang terjadi secarakesinambungan (kontinuitas). Selain itu, ada pula pakar yang menyatakanbahwa istilah syajarah seperti dikemukakan di awal tidak sama dengan maknasejarah sebagaimana dimaksud dalam ilmu sejarah, sebab sejarah tidak hanyadapat dimaknai seperti halnya pohon keluarga, asal usul atau silsilah dari kajiansejarah.

Pendidikan Keluarga Berbasis Tauhid

Muhammad Fariz Kasyidi
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini terfokus pada “Pendidikan Keluarga Berbasis Tauhid”. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana cara mendidik anak dalam keluarga yang berlandaskan tauhid. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah dapat memberikan kontribusi ilmiah di bidang ilmu pendidikan. Manfaat lainnya adalah dapat memberikan tambahan khazanah pengetahuan secara teoritis di bidang ilmu pendidikan dan juga merupakan panduan praktis bagi keluarga khususnya dalam mendidik anak-anaknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kepustakaan (library research), atau yang disebut dengan studi literature adalah suatu metode yang penulis gunakan untuk menggali berbagai bahan kepustakaan yang ada hubungannya dengan pokok kajian dalam penulisan skripsi ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan keluarga Baitul Quran Daarul Hijrah

STUDI PENGANTAR Pendidikan Agama Islam

Muhammad Husni; Lc.; MA
2020 · Book · Open Access

Buku ini berisikan bahan-bahan mata kuliah Pendidikan Agama Islam untuk mahasiswa S1 Institut Seni Indonesia.

Pendidikan Agama Islam

Drs. H. Muslimin; SKM.; M.M.Kes.
2020 · Book · Open Access

Agama adalah suatu kategori sosial, bahwa agama mempunyai dimensi empiris, sebab fenomena yang mempunyai dua ciri tersebut diatas (fenomena Agama) mengandung aspek sosiologis agama itu ditampilkan dalam sorotan metodologis agama itu ditampilkan dalam sorotan metodologis. [Penerbit Deepublish, Deepublish, Agama, Drs. H. Muslimin, SKM., M.M.Kes.]

Materi Dasar Pendidikan Islam

Abdul Aziz
2020 · Book · Open Access

“Materi Dasar Pendidikan Islam” untuk memberikan pengetahuan dan pendidikan materi aqidah Islam, Syari’at Islam, Akhlak dan Tasawuf, bacaan-bacaan shalat, kumpulan hadits pilihan, dan hukum menuntut ilmu, agar para pembaca dapat mengambil manfaat dari tulisan-tulisan tersebut.

Ilmu Pendidikan Islam

Rudi Ahmad Suryadi
2020 · Book · Open Access

Kehadiran buku ini mengisi ruang kosong di antara sekian banyak buku pendidikan Islam lainnya. Buku ini menggambarkan beberapa tema yang dianggap penting dalam konten pendidikan Islam. Pemaknaan pendidikan dalam buku ini, walaupun kurang mendalam namun penulis mencoba memaparkannya dengan memerhatikan aspek substantif pendidikan Islam. Pembahasan pada buku ini lebih mengarah pada beberapa komponen pendidikan, seperti konsep pendidikan, tujuan, pendidik (guru), kurikulum, metode, dan alat. Tetapi karena ada beberapa hal yang dipandang penting untuk dipaparkan, penulis mengulas pula konsepsi manusia dan sedikit gambaran mengenai potret pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam “indigenous” di Indonesia, sistem pendidikan Islam dalam perkembangan modern dan sosial budaya, serta ulasan mengenai Pendidikan Agama Islam di sekolah.

Pendidikan Seks Perspektif Terapi Sufistik Bagi LGBT

Safrudin Aziz; M.Pd.I
2020 · Book · Open Access

Di awal tahun 2016 Lesbian, Gay, Bisekual dan Transgender (LGBT) kembali mencuat dikampanyekan di Indonesia semenjak artis kondang Indra Bekti dan Syaiful Jamil tertuduh melakukan kekerasan seksual sesama jenis. Tampilnya kaum LGBT, yang semula lebih dikesankan sebagai bentuk aktivitas seksual secara tertutup dan rahasia kini dipopulerkan di Indonesia. Ketertutupan perilaku seksual tersebut disebabkan kaum LGBT ditengah masyarakat masih dianggap minoritas dan kerap kali memperoleh perlakuan diskriminatif baik dalam lingkungan keluarga, agama, masyarakat serta berbagai sudut kehidupan lainnya. Sikap diskriminatif ini diterima dengan berbagai bentuk pelecehan, cemoohan, penghinaan, bahkan kekerasan dari lingkungan sekitarnya baik kekerasan yang bersifat fisik dan mental sebagai akibat mereka menjalani hidup penuh dengan perbedaan khususnya orientasi seksual yang tidak sesuai fitrah manusia pada umumnya. Stigma negatif terhadap LGBT, selanjutnya disebut Same-Seks Atraction (SSA) pada akhirnya mendorong sebagian besar dari mereka cenderung menutupi orientasi seksualnya. Seperti pada kasus seorang pria SSA yang menikahi seorang perempuan tunarungu atau tunanetra semata-mata hanya untuk menutupi orientasi seksual dirinya. Semua itu dilakukan agar tetap memperoleh status terhormat dalam kehidupan masyarakat. Namun pada akhirnya pria tersebut tetap berhubungan dengan kekasih prianya dan melakukan banyak kekerasan psikologis pada istrinya yang cacat fisik tersebut. Secara akumulatif kaum SSA dalam setiap tahunnya semakin bertambah banyak. Berdasarkan hasil survey Kementerian Kesehatan di 13 kota di Indonesia yang dilakukan semenjak tahun 2009 hingga 2013, tercatat pria yang bercinta dengan sesama jenis meningkat drastis yakni dari 7% menjadi 12,8%. Sehingga dari data tersebut kaum SSA mengalami kenaikan secara total sejumlah 83%. Dalam survei tersebut, jumlah laki-laki yang melakukan seks dengan laki-laki juga meningkat dari 5,3 % menjadi 12,4 % atau sekitar 134 persen.[4] Seiring dengan peningkatan jumlah kaum SSA serta komunitas yang menaunginya menjadikan kaum SSA semenjak level usia pelajar SMP, SMA, mahasiswa hingga kaum dewasa berani tampil secara percaya diri diberbagai media informasi. Tampilnya komunitas ini bukan sekedar menunjukan jati diri dan orientasi seks yang berbeda dengan manusia pada umumnya secara utuh. Namun tampilnya kaum SSA di tanah air secara menyeluruh ingin memperoleh kesamaan hak sebagai warga negara sekaligus menuntut pemerintah untuk mengakui sekaligus melegalkan perkawinan sesama jenis. Tuntutan tersebut disebabkan anggapan mereka bahwa orientasi seks yang berbeda menjadi bagian dari hak asasi manusia (HAM) dan tercatat lebih dari 20 negara di dunia telah mengesahkan pernikahan sejenis ini. Bahkan di negeri Paman Sam tepatnya 4 Juli 2015 menjadi perayaan kemerdekaan dan kemenangan bagi kaum SSA atas disyahkannya pernikahan sejenis. Pasalnya, 26 Juni sebelumnya Supreme Court Amerika Serikat memutuskan bahwa perkawinan sejenis telah disyahkan oleh konstitusi Amerika sebagaimana disampaikan Hakim Agung Kennedy: they ask for equal dignity in the eyes of the law, the constitution grants them that rights. Lahirnya pengesahan tersebut tentunya disambut gembira ria oleh ribuan kaum SSA.

DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM PASCA ORDE BARU

Dr. H. Moch. Tolchah; M.Ag.
2020 · Book · Open Access

Ikhtiar pembangunan manusia Indonesia dari masa ke masa selalu dihadapkan pada banyak hambatan dan tantangan, salah satunya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia. Hambatan ini menurut buku yang ada di tangan pembaca, dapat dilakukan melalui pembenahan dan peningkatan sistem pendidikan nasional, yang tidak sekadar berorientasi pada aspek kognitif semata, tetapi yang lebih penting adalah pembentukan karakter dan budi pekerti peserta didik. Buku ini menyoroti dinamika pendidikan Islam pasca Orde Baru. Ia diharapkan dapat turut serta memberikan sumbangsih pada upaya peningkatan SDM dalam bidang pendidikan Islam.

Sejarah pendidikan Islam

Fakhrur Rozy Dalimunthe
2020 · Book · Open Access

History of Islamic educational systems from Indonesian viewpoint.