BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buku ini disusun berdasarkan kurikulum Pendidikan Pramuka yang berpedoman kepada Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Buku ini disajikan dengan memperhitungkan keterkaitan dengan Pedoman Berbasis Saintifik untuk meningkatkan kemampuan psikomotor, kognitif dan afektif.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Encyclopedia of scouting in Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Pemahaman dialektis pendidikan dan pembangunan merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh akademisi maupun para praktisi pendidikan nonformal lainnya. Hal ini dilatarbelakangi karena salah satu sasaran pendidikan yang strategis adalah pengembangan masyarakat sebagai dimensi makro dari pendidikan. Akademisi sebagai salah satu jalur pendidikan, selain pendidikan formal dan pendidikan nonformal, memiliki kekhasan dalam menentukan sasaran didiknya, yaitu masyarakat dan individu yang ada di dalam masyarakat itu. Berhubung dengan itu maka inheren, semua pengetahuan keilmuan yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat perlu dipelajari oleh para mahasiswa dan tentu harus tercantum di dalam kurikulumnya. Demikian pula kompetensinya, semua kemampuan yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat perlu dipelajari oleh para mahasiswa. Di sinilah letak pentingnya kompetensi pengembangan masyarakat perlu dimiliki oleh para pendidik nonformal dan dengan demikian maka keahlian atau kompetensi akademisi itu tidak lain adalah peningkatan kapasitas akademisi untuk pengembangan masyarakat atau sering dirumuskan sebagai akdemisi untuk pemberdayaan masyarakat. Dasar keilmuan yang perlu dan relevan di sini adalah (ilmu) pendidikan dan pembangunan yang oleh penulis buku ini disebut dengan istilah "Hubungan Dialektis Pendidikan dan Pembangunan".
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Di tengah perkembangan ekonomi dunia yang semakin cepat, dunia pendidikan dipaksa cepat beradaptasi. Tujuannya, tentu saja agar lulusan pendidikan sanggup mengikuti perkembangan zaman. Namun, bertentangan dengan tujuan bernegara jika pendidikan sekedar diorientasikan untuk memasok kebutuhan pengembangan ekonomi saja. Di sinilah, tugas lembaga pendidikan mencetak lulusan yang memiliki karakter teguh dalam beragama dan berbangsa. Dimensi dunia ini tak sekedar ekonomi, tetapi multidimensi. Di saat yang sama, berbagai teori pendidikan karakter telah ditulis, berbagai penelitian pendidikan telah dilakukan, dan berbagai metode dan pendekatan telah direkomendasikan. Akan tetapi, melihat realitas umum hasil pelaksanaan pendidikan karakter di Indonesia saat ini, rasanya belum patut bagi kita untuk berpuas diri. Karakter, moral, dan budaya generasi muda masih menjadi tantangan pelik dunia dan bangsa ini. Dalam banyak wajah pendidikan kita, bukan rahasia umum lagi jika para siswa justru ‘tersiksa’ ketika di kelas, dan bergembira ketika pulang atau libur. Kondisi-kondisi ini akan semakin akut jika para pelaksana pendidikan di berbagai jenjang terjebak dalam sikap pasrah, minim gagasan dan referensi, atau bahkan kehilangan harapan. Di titik, inilah buku ini menemukan konteksnya. Jika tenaga pendidik atau siapa pun yang gelisah terhadap pendidikan di lapangan melihat berbagai kebuntuan, buku ini kiranya patut dibaca untuk memperluas harapan. Buku ini berisi pengalaman atas best practice implementasi pendidikan di Malang—sebuah kota yang kerap dijuluki sebagai kota pendidikan. Tak seperti buku pendidikan yang biasanya ditulis oleh para pakar, buku ini ditulis oleh guru di berbagai jenjang. Mulai dari tingkat pra-sekolah (Taman Kanak-Kanak), Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA). Berbagai pendekatan, metode, dan prinsip pembelajaran masing-masing penulis diperkenalkan, mulai dari Higher Order Thinking Skills (HOTS); Blended Learning; Whole School Development Approach; Punishment and Reward, dan lain-lain. Karena tidak teoritis, dan notabene adalah pengalaman-pengalaman empiris yang sudah dijalankan, buku ini tampaknya lebih mudah untuk dipahami dan dipraktikkan, tentu dengan kontekstualisasi masing-masing pembaca terhadap situasi pendidikan karakter di lingkungan masing-masing. Buku ini semoga memberikan sumbangsih terhadap upaya “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang digariskan dalam tujuan bernegara dalam mukaddimah UUD 1945.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Pondok Modern Gontor as a pioneer in the development of modern teaching system for Islamic religious schools in Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
On the use of Proverbs in teaching the ideas of Pancasila.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Workshop on developing an educational system for the training and education of entrepreneurs in Indonesia ; proceedings.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Developing education through journalism in Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Integrated educational system of Chinese and Indonesian students in Indonesian private schools.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan