Profil penulis
b
353 karya publik ditemukan.
Teknik Dasar Pemberian Obat Bagi Perawat
Allah Sayang Kamu: Nasihat terapi praktis untuk si sakit
Buku Pintar Keluarga Sehat
Cara Mudah Mengenal & Mengobati Kanker
Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda 2005-2006 Definisi & Klasifikasi
Pencegahan Stroke & Serangan Jantung pada Usia Muda
Med Facts Pocket Guide of Drug Interactions
Gontor & pembaharuan pendidikan pesantren
Pondok Modern Gontor as a pioneer in the development of modern teaching system for Islamic religious schools in Indonesia.
Majalah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Semarang
Peranan pendidikan dalam meningkatkan ketahanan nasional
On the role of education in Indonesian national resilience.
Sejarah Peradaban Islam
Berbicara tentang sejarah bermakna bercerita tentang masa lalu, sebab sejarah adalah peristiwa, kejadian atau riwayat yang benar-benar terjadi pada masa lalu. Benarkah sejarah tak pernah bohong?, sejarah tidak pernah berbohong, sebab sejarah dibuktikan dengan peninggalan budaya[1]. Oleh sebab itu sejarah, baru bisa disebut sebagai sejarah, apabila ia meninggalkan bukti masa lalunya. Tanpa bukti maka sejarah tersebut hanya akan menjadi dongeng belaka. Mengapa orang perlu belajar tentang sejarah?, Bukankah orang harus melihat ke masa depannya bukan kebelakang (masa lalu)?. Perlu dipahami bahwa sejarah bukan hanya sekedar peristiwa, kejadian atau riwayat masa lalu, yaa,. memang ia terjadi pada masa lalu akan tetapi sejarah adalah teropong masa depan. Orang yang meninggalkan sejarahnya bermakna ia merusak masa depannya, orang yang melupakan sejarahnya bermakna ia tidak bisa melihat ke masa depannya. [1] Wujud kebudayaan merupakan bentuk yang dihasilkan oleh pemikiran kebudayaan. Adapun wujud kebudayaan menurut J.J. Hoenigman, ada tiga wujud kebudayaan, yakni: Pertama, Gagasan yaitu wujud kebudayaan yang berupa gagasan, ide, nilai, norma, peraturan, dan lain sebagainya. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba, disentuh dan bukan barang yang nyata. Jika gagasan ini dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan tersebut berada dalam karangan-karangan atau tulisan-tulisan. Misalnya: kitab kuno, prasati dan lain sebagainya. Kedua, Aktivitas yaitu tindakan atau aktivitas manusia yang berasal dari pemikiran kebudayaan. Wujud kedua ini sering disebut dengan sistem sosial, terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang sering berinteraksi. Sifatnya nyata, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, dapat diamati dan didokumentasikan. Misalnya: sistem adat, sitem kemasyarakatan dan lain sebagainya. Ketiga, Artefak yaitu wujud fisik berupa hasil aktivitas atau karya manusia dalam masyarakat yang berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, didokumentasikan serta sifatnya wujud konkret. Misalnya: Patung, bangunan dan lain sebagainya.
Pendidikan Agama Islam : Sejarah Kebudayaan Islam Untuk Madrasah Aliyah Kelas XI
Buku pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI ini disusun tetap berdasarkan Kurikulum Madrasah yang dikeluarkan Menteri Agama RI Tahun 2013, yang dalam pelaksanaannya berpedoman kepada Keputusan Menteri Agama RI No. 165 Tahun 2014, dan Surat Edaran Dirjen Pendis Kemenag RI Tahun 2015, terdiri atas 6 Bab. Setiap bab mengandung: uraian materi pelajaran, rangkuman, hikmah, evaluasi dan tugas dari bab yang bersangkutan.
Sejarah seni budaya Jawa Barat
Sejarah Sulawesi Tenggara dan 45 tahun Sultra membangun
History and development of Sulawesi Tenggara Province, Indonesia.
Sejarah pendidikan Islam di Indonesia
Sejarah Kelahiran, Perkembangan dan Masa Keemasan Peradaban Islam
SALAH satu investasi terbesar dari amal akademik dosen ketika ia melahirkan cetusan gagasan yang tertuang dalam bentuk tulisan. Buku daras karya Dr. H. Munir Subarman, M.Ag. ini di antara serakan karya-karya lain sejenis yang mengarusutamakan (maintsream) sejarah sebagai bagian pengabdian intelektualnya. Untuk itu saya amat mengapresiasi tinggi pada setiap produk karya dosen dalam penyemaian dan pengayaan khazanah intelektual dari berbagai sudut metodologi dan materi kajiannya. Sejarah adalah alat utama untuk mendekati bidang kajian–kajian keislaman dari perspektif ilmiah akademik yang digelutinya itu. Pada mulanya, panorama sejarah Islam dilihat sebagai sejarah eksternal Islam belaka (sejarah tahun–tahun penting, tanggal–tanggal peperangan, dan sejenisnya). Belakangan, para sejarawan berusaha memahami institusi–institusi dan gerakan–gerakan Islam tertentu dengan memandangnya dalam konteks latar belakang sejarah ekonomi, sosial, dan politik. Selain itu, di antara sejarawan–sejarawan umum dan sejarawan–sejarawan agama, terdapat sejarawan–sejarawan budaya yang mencermati perkembangan–perkembangan agama dalam kerangka kebudayaan yang lebih luas, yang pada saatnya juga berkaitan dengan sejarah politik dan sejarah militer. Di Indonesia, misalnya, kita mengenal nama Marshal G.S. Hodgson lewat The Venture of Islam (Chicago & London: The Univ. of Chicago Press, 1975 [3 jilid]), secara gemilang berusaha meletakkan sejarah total Islam dalam konteks sejarah dunia dengan Islam sebagai sumbunya.
Sejarah peradaban Islam
Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas XII
Bismillahirrahmanirrahim Buku pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Aliyah (MA) Kelas XII ini disusun tetap berdasarkan Kurikulum Madrasah yang dikeluarkan Menteri Agama RI Tahun 2013, yang dalam pelaksanaannya berpedoman kepada Keputusan Menteri Agama RI No. 165 Tahun 2014, dan Surat Edaran Dirjen Pendis Kemenag RI Tahun 2015, terdiri atas 9 Bab. Setiap bab mengandung: uraian materi pelajaran, rangkuman, hikmah, evaluasi dan tugas dari bab yang bersangkutan.